Rabu, 06 Januari 2016

Mau Jadi Guru Cemen? Hati-hati Ditindas Siswa!!!



Guru adalah seseorang yang sangat dekat dengan siswa. Keberadaannya dalam keseharian siswa lebih mendalam dengan ajaran-ajaran ilmu yang diberikannya di saat jam sekolah. Disinilah peran guru sangat penting dalam membentuk akhlak dan karakter siswa untuk menjadikan kepribadian siswa lebih baik dan lebih baik lagi.
Tapi bagaimana dengan guru yang cemen??? Cemen disini bukan nama seseorang ataupun nama dari benda melaikan suatu sifat atau sikap guru. “ Guru Cemen” disini berarti penakut, kurang punya nyali untuk menghadapi siswa, menghadapi berbagai macam karakter siswa. Mereka sangat terbebani atas semua tindakan siswa yang menurutnya sangat mengganggu proses pembelajaran berlangsung. Seperti kenakalan siswa, kejahilan siswa, suka berkelahi dengan teman dan lain sebagainya. Guru-guru yang cemen apabila melihat tindakan siswa yang seperti itu pasti akan diam dan membiarkannya. Tidak menegur dan memberi penjelasan mengenai tindakan yang kurang baik tersebut. Adapun teguran, pasti cuma ada kata “jangan anak-anak!!!” begitu saja. Dalam hal ini guru terlihat lemah guru seperti tidak memiliki keberanian untuk menegur secara tegas apa yang telah dilakukan oleh siswa, agar siswa kapok dan tidak mengulangi perbuatannya yang kurang baik itu.
Lalu bagaimana nanti kepribadian siswa yang akan terbentuk, jika gurunya saja seperti itu. Bisa saja dengan sifat guru yang cemen ini siswa merasa lebih bebas, lebih hebat, lebih bersifat berkuasa seolah-seolah semua yang dilakukan sudah dirasa benar. Ini yang memprihatinkan saudara-saudara, siswa sudah merasa tidak ada lagi yang membatasi mereka dalam bertingkah dan bertindak. Memang benar siswa sekarang dituntut dalam kebebasan, tetapi kebebasan disini bukan kebebasan dalam hal yang negatif tetapi dalam hal yang positif seperti kebebasan berpendapat, kebebasan berkreasi dan lain sebagainya. Jika dalam hal ini boleh guru membiarkan siswa bebas dalam hal yang positif. Tetapi lebih baik seorang guru tetap memberikan motivasi dan memberikan penguatan bukan hanya diam saja. Kalau hanya diam dan tidak mau mengerti siswa berarti guru itu pantas dijuluki sebagai “ Guru Cemen “.
Akhirnya, apa akibatnya jika sudah begini? ya..Alhasil siswa menjadi melonjak, dia menjadi pemberani dalam hal negatif, tidak memiliki unggah ungguh lagi kepada gurunya. Dia merasa dirinya benar karena selama perbuatan dan tindakan yang dia lakukan, gurunya tidak pernah mau tau, tidak pernah mau menegur, tidak pernah mau ikut campur. Sehingga akhirnya siswa bisa bersikap menindas guru-guru yang cemen itu. Menindas yang dimaksud adalah siswa sudah berani dengan guru, apapun yang dikatakan oleh guru sudah tidak akan berarti apa-apa oleh siswa. Ilmu yang disampaikan kepada siswa, akan berujung sia-sia. Yang lebih parah adalah pelajaran akhlak dan karakter/kepribadian yang ingin dibentuk pada diri siswa pasti gagal dan tidak ada hasilnya sedikit pun.
Maka dari itu, kita sebagai pendidik khususnya saya sendiri sebagai calon pendidik haruslah sadar dengan kewajiban kita sebagai guru. Sebenarnya apa tugas utama kita sebagai seorang pendidik yang baik?? Yaitu menuntun siswa agar memiliki akhlak yang mulia dan berkepribadian yang baik serta memiliki ilmu-ilmu yang bermanfaat. Dengan cara apa?? Kita sebagai pendidik haruslah memiliki keberanian untuk menuntun siswa kita ke arah yang lebih baik, lebih baik menegur dan mengarahkan siswa daripada kita diam dan membiarkannya. Siswa butuh sosok guru yang “Perhatian dan Pemberani” bukan “Guru Cemen” yang mereka perlukan untuk mencapai cita-cita mereka di masa depan.

Nama      : Roro Putri Megawati
NPM       : 13 141 031
Kelas       : 5A
Prodi       : PGSD         

2 komentar:

  1. jangan sampai dong jadi guru yang ditindas siswa, kan guru buat digugu dan ditiru 😊

    BalasHapus
  2. Iya benar, tp kalau guru hanya diam/takut dan tidak pernah menegur siswa nya jika siswa salah..biasanya siswa menjadi pemberani dan tdk terkendali. Hee

    BalasHapus